
Kurasa otakku mulai kacau semenjak aku mengenal mata kuliah epidemiologi kesehatan reproduksi biasanya aku menyingkatnya dengan sebutan “kespro”. Mata kuliah ini adanya waktu smester 6, smester dimana mulai terbentuknya sebuah kelas yang ku rasa sangaaaaat kompak bernama EPIDEMIOLOGI. Bayangkan, setiap pertemuan tentunya yang dibahas tidak terlepas dari apa yang namanya reproduksi.. Bagaimana tata cara bereproduksi yang baik dan beretika sampai pada penyakit menular yang di akibatkan dari kesalahan bereproduksi itu sendiri. Sempurna bukan?? Dan kurasa saat itu aku sudah bisa masuk daftar sekretaris daerah dokter boyke,hehehe…
Ok..ok… secara fasih ku akui,aku memang memahami teorinya… Tapi buruknya,ada kejadian aneh menimpaku dan sama sekali tak ku gunakan skill kesproku itu untuk menganilisisnya. Di tengah kehebatanku menguasai jenis alat kontrasepsi,ternyata oh ternyata.. aku malah menjudge diriku sedang ituuuuuu….
Bagaimana bisa hamil kalau tiap bulan jadwal bulananku sangat rutin. On time,bo!! Tapi kala itu,aku telat 3 hari. Hahahahahaha… sumpah!!! Ketawaku takkan mungkin bisa berhenti jika mengingat hal bodoh yang pernah berseliweran di otakku. Aku hamil… dan menjadi istri seorang brondong.. yuniorku yang saat itu sedang “dekat” dengan sahabat dekatku yang namanya haram ntuk disebutkan!!
Ku mohon,dik… jangan menamparku dengan uang merah kalau sampai kau baca kisah ini. Pada dasarnya ini kisah nyata diantara kita berdua-kan?? Kisah ketololanku yang meminta pertanggung jawaban atas hal yang sama sekali tak kau lakukan,hahaha… *pisssssss*
***
Moramo water fall,tahun 2008
Anak-anak ngadain acara pembubaran panitia JMKI yang bertempat di air terjun Moramo. Sebagai panitia kala itu dan pemegang tampuk kepemimpinan KOORDINATOR KONSUMSI,saya pun ikut datang. Air terjun Moramo jika ku deskripsikan dengan akal hayalku,sangatlah indah… kurang lebih 100 tingkat-lah dari permukaan air laut. Pada kenyataannya emang bertingkat kok!! Saat itu kostumku juga ideal bagi seorang pendaki. Baju kaos dan celana trening. Tetapi,ada kesalahan dengan celanaku. Celanaku robek ditengah pendakian!! OMG… semakin ku daki puncak air terjun itu,celanakupun ikut-ikutan menunjukkan eksistensi kehancurannya seolah telah sepakat dengan alam bahwa aku tak boleh sampai di puncak air terjun. Aku berhenti… menunggu anak-anak lain yang hendak mendaki. Dengan fasih, ku layangkan rayuan pulau kelapa agar mereka tak mendaki lagi. Yang sialnya,saat adegan memalukan itu terjadi ada orang lain di sampingku!! Dan dia lawan dari genderku!! Astagaaaaaaaa…. Aku maluuuuuu…
Akhirnya aku diam membisu. Jenis keDIAMan tak biasa. Aku hanya sibuk duduk manis. Sangaaaat manisss.. hingga salah satu teman kelasku mempertanyakan jenis keDIAManku ini. Dan yang paling sialnya lagi,aku tak membawa baju ganti. Jadi lengkap sudah penderitaannku. Walaupun sedang mendapatkan bencana,toh aku tetap eksist bernarsis ria bersama teman-teman yang keep solid denganku,hehehe… Kebetulan si yunior juga ada d TKP. Anak-anak tak ada yang membawa pakaian ganti. Semuanya pasrah pada alam. Kalau pakaian mereka akan kering dengan sendirinya. Dan itu pula yang ada dibenakku. Mungkin saja ini karmaku terhadap mama,padahal paginya mama dengan sigap mempersiapkan semua kelengkapanku. Mulai dari baju ganti, sunblock, handbody, makanan berat, makanan ringan, sabun.. semuanya lengkap. Hanya saja yang ku bawa hanyalah berbagai jenis makanan dan minumam yang ku jamin tak akan membuatku masuk UGD karena terserang gastritis (maag). Dan berjanji pada mama, bahwa pakaianku akan kering di badan. Tapi nyatanya??? Hmmm… rupanya tuhan tak tega memberiku hukuman yang memalukan. Si yunior itu membawa pakaian ganti.
Dengan semangat juang 4-5-6 ku paksa adik yuniorku yang manis untuk meminjamkan celananya padaku. Dia sempat kaget. Akhirnya ku ceritakan smua yang terjadi pada diriku. Belum complete ceritaku, ia sudah berkata “tenangmi senior… sa percaya ji kita”. Akan tetapi, celananya itu bisa ku gunakan jika dia selesai solat zuhur. It’s ok… dengan berbekal kesabaran,aku menunggunya menyelesaikan rakaat demi rakaat. Dan tereeeenggggg… celananya aku pakai!!!
***
1 minggu setelahnya aku dilanda kecemasan. Aku telat… jadwal bulananku molor. Astagaaaa… aku panik setengah mati. Mungkin aku tidak sepanik ini kalau saja aku tidak bergabung dengan ibu-ibu teman arisan mama.. Jenis pembicaraan saat itu adalah celana PRIA yang (katanya) gak boleh di pakai WANITA. Bisa jadikan ada (maaf) sperma mereka yang ketinggalan.
“hah? Gitu yah? Padahal ray sering tuker-tukeran celana sama adik”kataku saat itu. “apapun jenis celananya,tant?”
“iya sayang… Dulu yah ada kasus.. tetangga tante,, tiba-tiba hamil. Setelah ditelusuri,ternyata karena dia sering pake celana temannya”kata si tante sangaaaat memprovokasi. Seolah yang sedang diajaknya cerita itu adalah anak TK kelas O besaaarrr…
Ohhh… aku segera mengingat kejadian celana kaos milik yuniorku. Waktu itukan dia pake setelah sholat.. setelahnya aku yang memakainya. Jantungku bergetar tak karuan!! Ini jelas bukan perasaan jatuh cinta!! Tapi ketakutan kelak akan menjadi seorang ibu. Mengandung anak seorang brondong dan dia adalah yuniorku. Oh tuhaaaan lindungi aku.. untungnya si yunior yang bernama ihsan tak susah ku temui. Ku ceritakan apa yang kurasakan dan yang ku takutkan. Jawabannya singkat “ah… tidak jie itu, senior..”. tapi ditengah ketidakraguannya itu ada sebentuk ketakutan juga. Mana rela dia menjadi suamiku?? Sementara sangaaaat jelas ku ketahui siapa wanitanya,huhuhu..
Saat itu, aku pun menjadi sangat rajin bangun di pertengahan malam. Meminta petunjukNYA. Aku berdoa panjaang sekali. Aku memuntahkan segala keluh kesahku padaNYA. Pokoknya berasa curhat deh pada sang pemilik kehidupan. Aku menceritakan apa yang sebenarnya telah DIA ketahui tanpa harus aku mereviewnya kembali. Aku sujud teramaaat lama dan menghanturkan segala macam doa. Aku pasrah saja jika kelak ihsan yang menjadi suamiku.
Keesokan harinya tuhan mendengar doaku. Aku kedatangan tamu istimewaaaaaa… whoaaaaaa… horeeeeee… aku tak menjadi Ny ihsaaann!!!.. horeeeeeeeee….
Dan ternyata si brondong manis itu dengan gagah berani menertawai kebodohanku. Ngakak yang bisa kupastikan ngakak bahagia,hihihihi… dan hingga kini,dia masih terus menyindirku “weitssss… ada lagi yang hampir jadi Ny Ihsan”
Grrrrrrrrrr….
***
Aku terdiam dan membeku,memperhatikan secara detail penjelasan dosen kespro. Bagaimana proses terjadinya kehamilan. Lalu diam-diam mengutuki kebodohanku sendiri. Mana ada org hamil tanpa adanya coitus? Apalagi yang hamil hanya karena pertukaran celana. Celana kaos pula!!! Ckckckckck… bisa di PHK daku kalau saja aku benar-benar menjabat sebagai sekretaris dokter boyke.